Inspirasi Belajar

Sebuah Inspirasi Perubahan

4 Cara Mengenali Masalah Belajar Anak

Anak menjadi harapan orangtua, dan tanpa disadari orangtua memberikan sejumlah tuntutan kepadanya. Memang Anda berhak merancang kegiatan rutin anak setiap hari, apalagi jika tujuannya menyiapkan bekal skill agar anak unggul dan mampu bersaing di masa mendatang. Namun pastikan bahwa anak juga siap secara mental dan otaknya terlatih mengimbangi berbagai aktivitas sehari-hari. Anda bisa mengenali seberapa siap anak menjalani berbagai tugas setiap harinya dengan mengindentifikasi masalah atau kesulitan anak ala BrainFit.

Program pelatihan otak yang dirancang BrainFit untuk anak bisa menjadi salah satu pilihan cara membekali anak menghadapi berbagai tugas setiap harinya. BrainFit meyakini anak yang memiliki kemampuan otak optimal punya kesempatan lebih luas untuk sukses dalam proses belajarnya.

“Untuk mengetahui apakah anak membutuhkan brain fitness ada sejumlah panduan bagi orangtua. Orangtua bisa mengenali kebutuhan dan kesulitan anak dalam belajar untuk kemudian memilih program brain fitness yang tepat untuk anak. Selain juga anak harus melewati tes dengan standar internasional seperti tes kemampuan visual dan auditori,” jelas Louise Chan, direktur BrainFit cabang Darmawangsa kepada Kompas Female.

Sebagai panduan orangtua, BrainFit menyarankan orangtua melakukan checklist beberapa kesulitan belajar anak untuk mengindentifikasi masalah.

Kemampuan visual bisa dikenali dari sejumlah faktor berikut:
* Tulisan tangan yang tidak rapi
* Membaca tanpa intonasi yang baik dan benar
* Kesulitan mengungkapkan kata
* Tidak runut saat membaca, ada halaman yang terlewati
* Tidak menyukai games seperti puzzle dan catur
* Mengalami kesulitan saat belajar matematika dan aktivitas fisik
* Minim minat terhadap buku atau belajar
* Mudah lupa dan kurang konsentrasi

Kemampuan sensorik dan motorik dikenali dari sejumlah faktor:
* Cenderung ceroboh
* Merasa gelisah terus-menerus
* Tidak memiliki keseimbangan tubuh atau koordinasi yang baik
* Kesulitan untuk melempar atau menangkap obyek
* Kesulitan beraktivitas yang mengandalkan kontrol pada jari-jari

Level perhatian, konsentrasi, dan daya ingat dipengaruhi faktor ini:
* Tidak mampu multitasking
* Kurang konsentrasi
* Mudah terganggu konsentrasi atau fokusnya
* Kontrol impulsif yang lemah
* Mudah lupa
* Pikiran kabur

Kemampuan auditori dikenali dari beberapa hal ini:
* Kemampuan mendengar yang lemah
* Bicara terlalu keras atau terlalu lembut
* Membutuhkan waktu lama untuk menangkap konsep baru
* Nilai tes buruk
* Tidak berminat dalam membaca, pemalu, dan punya sedikit teman
* Mudah lupa, kurang konsentrasi

Kemampuan emosi bisa dikenali dari beberapa hal ini:
* Tidak termotivasi
* Rasa percaya diri rendah
* Kesulitan mengatasi stres
* Cenderung berpikiran negatif
* Kemampuan sosial yang lemah
* Minim empati

Jika anak Anda mengalami sejumlah masalah di atas, tandanya ia membutuhkan bantuan untuk melatih kemampuan otak agar bisa berfungsi lebih optimal. Hasil akhirnya nanti anak akan lebih menikmati rutinitasnya dan terbantukan dalam mengatasi tekanan dari tumpukan tugas di sekolahnya. Nilai yang baik menjadi bukti nyata, tapi kebahagiaan anak lebih menjadi tujuan utama

3 Maret 2011 - Posted by | Belajar, Pendidikan Usia Dini

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: