Inspirasi Belajar

Sebuah Inspirasi Perubahan

Tak Cukup Hanya Lulus Tepat Waktu

Lulus tepat waktu adalah tanggung jawab moral seorang mahasiswa. Tetapi, itu saja tidak cukup. Selain bisa menyelesaikan studi sesuai target waktu, mahasiswa juga harus betul-betul menguasai bidangnya setelah berpredikat lulus menyandang sebuah gelar.

Di kalangan perguruan tinggi dunia terjadi pergeseran wacana dan orientasi dari universitas berbasis riset menjadi enterpreneur university atau universitas berbasis kewirausahaan.
— Arief Kusuma

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Esa Unggul (UEU) DR Ir Arief Kusuma AP MBA, saat ditemui Kompas.com, Senin (2/5/2011). Arief mengaku belum puas meskipun saat ini rata-rata masa kelulusan mahasiswanya lebih pendek, yaitu dari yang tadinya kurang lebih lima tahun, sekarang menjadi empat tahun, bahkan bisa sampai 3,5 tahun. 

“Kami ingin lulusan kami menjadi mahasiswa-mahasiswa berkualitas unggul. Mereka menjadi tenaga terdidik yang siap bersaing dengan kompetensi global, bisa diserap pasar, dan mampu membuka lapangan kerja sendiri. Tapi, kompetensi itu kan hanya mungkin ditelurkan melalui pendidikan dengan sistem mutu yang berjalan baik,” ujar Arief.

Untuk itu, lanjut Arief, ia tidak hanya menekankan mahasiswanya pada capaian prestasi akademik gemilang, namun juga soft skills yang mumpuni. Potensi soft skills setiap mahasiswa, kata dia, akan mengiringi kemampuan akademik siswa di bidangnya masing-masing.

“Sehebat-hebatnya hard skills, mahasiswa tidak akan hanya butuh itu. Mereka butuh kematangan berpikir dan itu kami kembangkan lewat potensi soft skills mereka. Dunia kerja dan dunia usaha itu membutuhkan soft skills, tak cukup prestasi di perkuliahan,” ujarnya.

Ia mengakui, di masa mendatang semakin berat tantangan institusi pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja. Namun, dengan segala kesiapannya, ia yakin mampu menyongsong segala tantangan tersebut melalui tiga pilar keunggulan universitas yang ditanamkan pada anak didik dan segenap civitas akademik Universitas Esa Unggul, yaitu Kewirausahaan, Teknologi Informasi, dan Kemampuan Berkomunikasi.

“Meskipun dibuat oleh para pendiri kami di UEU, ketiga pilar ini menjadi dasar-dasar yang kokoh bagi tumbuh dan berkembangnya sebuah perguruan tinggi yang visioner dan modern karena terbukti, ketiga pilar ini ternyata sangat relevan, bahkan semakin aktual dan antisipatif terhadap tantangan dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Pilar kewirausahaan dimaksudkan untuk menciptakan kemandirian bekerja dan kemampuan lulusan menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, sebagaimana diketahui, di banyak negara kewirausahaan kini menjadi paradigma bagi pengembangan kemandirian ekonomi dan sumber daya manusia suatu bangsa.

“Bahkan, di kalangan perguruan tinggi dunia, terjadi pergeseran wacana dan orientasi dari research university atau universitas berbasis riset menjadi enterpreneur university atau universitas berbasis kewirausahaan,” kata Arief.

Untuk itu, UEU juga secara serius mengembangkan pilar kewirausahaan ini. Pilar tersebut diterapkan dengan cara memberikan pembekalan motivasi usaha bagi mahasiswa baru, mata kuliah kewirausahaan, kompetisi kreatifitas usaha dan proposal bisnis, magang kewirausahaan, seminar, diskusi, kunjungan ke industri, inkubator bisnis, penyediaan akses modal usaha bagi lulusan, konsultasi bisnis, serta penciptaan atmosfir yang mendorong spirit kewirausahan.

Pilar kedua, Teknologi Informasi, diwujudkan melalui penerapan model pembelajaran e-learning dilengkapi dengan fasilitas e-library, peralatan multimedia dalam setiap ruang kelas dan video conference. Model pembelajaran dan fasilitasnya itu ditunjang dengan sistem informasi terpadu dalam mengelola kegiatan kemahasiswaan, akademik, keuangan, penerimaan mahasiswa baru, dan kegiatan perkuliahan.

Terakhir, pilar Komunikasi, UEU mewujudkannya melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris kepada para mahasiswanya. Peningkatan kemampuan tersebut dilaksanakan dengan tolok ukur TOEFL/TOEIC score, pendirian Toastmaster English Club, serta partisipasi mahasiswa dalam berbagai acara kontes dan kompetisi bahasa

“Sinergi dari ketiga pilar ini akan membuat mahasiswa benar-benar siap terjun ke dunia kerja dan usaha hingga di kancah persaingan global dunia industri,” ujarnya.

21 Mei 2011 - Posted by | pendidikan, Sukses

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: